aaaaaaaaaaaaa
bbbbbbbbbbb
ccccccccccccc
Sabtu, 31 Maret 2012
AYAH
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang
sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar luar kota atau
luar negri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orangtuanya….
Akan sering merasa kangen sekali dengan
Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering
menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
Tapi tahukah kamu, jika ternyata
Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk meneleponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil,
Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang
Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang
kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak
perempuan kecil…
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa menganggap mu bisa,
Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu… Kemudian Mama bilang : “Jangan
dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”, Mama takut putri manisnya terjatuh lalu
terluka…
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan
membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena
dia tahu putri kecilnya PASTI
BISA.
Pada saat kamu menangis merengek
meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengtakan dengan
tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu
karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang
selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang
terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengn berkata :
“Sudah di bilang! Kamu jangan minum
air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang
memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar
mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja…
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam,
dan Papa bersikap tegas dan mengatakan : “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan
itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu
yang sangat-sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan
masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan
membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa
memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti
keinginanmu. Tapi lagi-lagi dia HARUS
menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai
sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang
wajah paling cool sedunia…. :’)
Papa sesekali menguping dan mengintip
saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa
cemburu?
Saat kamu mulai lebih di percaya, dan Papa melonggarkan
sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar
jam malamnya.
Maka yang dilakukan Pada adalah duduk
di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu
berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang
larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu…
Sadarkah kamu, bahwa ini Karena hal
yang sangat di takuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera
pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit
memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan
yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu
nanti…
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan
mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah di kota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa
kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi
nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhti-hati.
Padahal Papa ingin sekali menangis
seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut
matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT… kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan
kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa
merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru,
dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu iginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa
adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa saat itu
Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu di wisuda sebagai
seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang
berdiri dan member tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan
puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah
menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman lelakimu
datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan
izin.
Karena Papa tahu….
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan
posisinya nanti.
Dan akhirnya.
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung
Pelaminan bersama seorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa
pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang
bahagia itu Papa pergi ke belakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena Papa sangat
bahagia, kamudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa
berkata : “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik…. Putri kecilku yang
lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu
kedatanganmu bersama cucu-cucunya Yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi
kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat
kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat lagi
untuk menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat
dia ingin mamanjakanmu,
Dan dia adalah orang pertama yang
selalu yakin bahwa “KAMU
BISA” dalam segala hal.
Langganan:
Postingan (Atom)
